rayindra.ilearning.me

It's Time to Shout Out for Our Freedom of Speech

By

Why Cerlap

Kita sudah mengenal dengan yang namanya cerita iMe atau biasa kita sebut dengan Cermi, nah ada istilah baru lagi nih. Namanya Cerlap, apa itu Cerlap? Yang pastinya ga jauh-jauh deh sama yang namanya Cermi.

Cerlap alias Cerita Laporan adalah sekumpulan cermi yang dibuat menjadi sebuah laporan. Kenapa harus Cerlap? Apa yang membedakan Cerlap dengan laporan biasa lainnya.

Cerlap pertama kali dikumandangkan oleh Ir. Untung Rahardja, M.T.I pada tanggal 15 September 2014, yaitu salah satu cara praktis dan inovatif dalam menyajikan sebuah laporan.

Tidak seperti laporan biasa lainnya yang bersifat mainstream (berisi pendahuluan, latar belakang, dsb). Cerlap ini disajikan secara santai, disusun dari sekumpulan cermi dengan bahasa yang mudah dimengerti karena menggunakan narasi layaknya sebuah cerita.

Mungkin Cerlap ini akan menjadi sebuah terobosan baru dalam menyajikan sebuah laporan. Laporan tidak harus selalu bersifat formal, ada kalanya laporan membutukan sebuah sentuhan baru agar tidak terkesan kaku.

Si penerima laporan pun akan dengan mudah mencerna maksud dari Cerlap tersebut, dikarenakan gaya & bahasa penulisannya yang santai dan mudah dimengerti.

Bagaimana, apakah kalian sudah mengerti apa itu Cerlap? Dan alasan dibalik kenapa kita harus beralih atau setidaknya mencoba untuk menyajikan sebuah laporan dengan cara yang berbeda, yaitu dengan menulis Cerlap.

Masih belum terbayang seperti apa cerlap itu? Mungkin cukup sekian cermi singkat saya mengenai Why Cerlap ini, semoga tulisan ini bermanfaat untuk kalian semua. Terima kasih. Di bawah ini adalah salah satu contoh dari cerlap:

Sedangkan caranya, bisa kalian lihat di tutorial iRan berikut ini: Cara Membuat Cerlap.

Dan ada 2 (dua) yang di temukan di iMe mengenai cerlap, yaitu sebagai berikut:

44 Responses to Why Cerlap

  1. imam24 says:

    Setuju ka ray., lebih santai dan mudah untuk di mengerti, tidak perlu lagi pendahuluan, latar belakang dan dsb dalam cerlap ini.

  2. Yessi Frecilia says:

    Coba tambahkan “Cerlap dilahirkan pada tanggal 15 Septermber 2014 oleh Pak Untung Rahardja” 🙂
    kalau agak panjang sedikit pasti WHY Cerlapnya lebih keren hehehhe

  3. Wah mirip2 sama cermi, ada cerlap juga hehe. Lebih enjoy baca laporan seperti cerlap jadi ga ngebosenin. Dan buat laporan seperti itu juga lebih menyenangkan 🙂

  4. desi sartika says:

    Cerlap untuk kumpulan cermi kita atau khusus buat laporan doang ya ray?
    kurang mudeng 😀

  5. ayuwanda06 says:

    oh, jadi cerlap itu cerita laporan.. dari namanya sudah menarik, apalagi dibaca yaah, laporan yang tidak terlalu formal.. Good Sharing ya ka ray..

  6. untungrahardja says:

    Cerita yang bagus dari Ray, tapi butuh contoh.
    Kalau kamu sudah siap dengan cerlap yang pertama, dishare linknya yah.
    Dicerita ini juga.

  7. rahma says:

    Yup bener kata p ur .. ray harusnya kasih contoh cerlap tuh kaya gimana .. jadi pembaca bisa membandingkan apa sih perbedaan cermi dengan cerlap secara nyata. Bukan malah menduga duga .. 😀 hihi

  8. Yessy says:

    setuju nih, ngga kaku, malahan kesannya kyk lagi ngga baca laporan tapi baca cerita semacam novel hihihi

    Good sharing, Ray 😀

  9. winiartiprastiwi says:

    Why cerlap ..
    Bener juga tuh ehhehe
    Jadi ga perlu deh pusing pusing mikirin bahasa yang pas buat laporan .. Hehe

    Btw judulnya kan why cerlap yaa , tp di paragraf terakhir qo ” cermi singkat saya mengenai Why Cermi ini” hehhe
    Koreksian

  10. cahyo says:

    enak ya ka berarti tinggal buka browser, buka ime, terus print yah 😀

    makin banyak aja istilahnya.. semoga mahasiswa lain juga tau istilah istilah ini ya. hehe :p

  11. susanoktaviani says:

    Thanks Ray sharingnya sangat menarik, bikin Cermi juga bisa sekalian untuk laporan. Great.. ^_^

  12. nida92 says:

    wahhh CERLAP itu cerita laporan yah, baru tau..
    thanks ray sharingnya 🙂

  13. Nurul Komaeni says:

    Menarik nih,
    Kalo laporan pakai bahasa baku kan kadang perlu mikir dulu, takut salah kata-katanya, kalo dibandingin sama cerlap pasti pribadi raharja lebih milih ini deh, hihi gaya bahasanya santai tapi tetap bisa buat dijadiin laporan. Keren! 😀

  14. Qurotul Aini says:

    bagus cerminya 🙂
    buat laporan yg biasanya beraaaat bange, baru buka laptop langsung ngantuk, skrg bisa jadi lbih mudah krn g berasa ya hanya dengan ngetik2 santai.

  15. ofah says:

    waahh bagus yahh jadi mudah bikin laporan

  16. andi311211 says:

    informasi yang sangat bermanfaat
    jadi mau coba ni
    mudah”an bisa

  17. Irwan Nurdin says:

    Hm… ada istilah baru lagi ya, Cerlap.
    Bagus bagus 🙂
    Thanks udah share..
    Semangat yaaa

  18. Noval Jindan says:

    Cerlap? Baru tahu saya memang sih menurut saya mending bahasa yang tidak kaku buat laporan itu lebih enak dan langsung dimengerti dibandingkan bahasa yang formal. Hehehe thnks for sharing ka ray 😀

  19. yusufromdoni says:

    Dear ray,
    Cerlap atau cerita laporan ini aku suka dan udah aku baca sampeknya sama dengan berita acara bukan begitu yah, tapi terkadang kendalanya tidak semua pimpinan memahami teknik penyampaian dengan cara ini bagaimana triknya ray?

  20. khannatiara says:

    Laporan yang praktis ya ray, bahasanya tetap santai namun terarah 🙂

  21. gusta sari says:

    Haha saya pikir cerlap itu Pa’an ka ray.
    Tapi pas baca, ia sari paham..
    Laporan 🙂 dengan gaya bahasa yang nyantai tapi fokus. 😀 lebih gampang buat dimengerti

Leave a Reply